IEC (Islam Education Center)

Ciptakan Ruang Belajar Kreatif, IEC Nurul Falah dan LAZIS NF Gelar Webinar Deep Learning


15 hari yang lalu


ciptakan-ruang-belajar-kreatif-iec-nurul-falah-dan-lazis-nf-gelar-webinar-deep-learning

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, IEC Nurul Falah yang bersinergi dengan LAZIS Nurul Falah sukses menggelar webinar bertema Deep Learning: Pembelajaran Berkesadaran, Bermakna, dan Menyenangkan. Webinar ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendalami konsep deep learning sebagai metode yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta kemampuan pemecahan masalah bagi siswa.

Webinar ini menghadirkan Ustaz Drs. H. Subiyanto, M.Pd. sebagai pemateri utama. Deep learning dalam konteks pendidikan adalah strategi pembelajaran yang berfokus pada pengembangan pemahaman mendalam terhadap materi. Dengan menerapkan metode ini, siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami konsep secara lebih holistik sehingga dapat menerapkannya dalam berbagai situasi. Dalam paparannya, Ustaz Subiyanto menjelaskan bahwa pendekatan deep learning dapat membantu siswa membangun koneksi yang lebih kuat antara teori dan praktik.

Ia memaparkan, deep learning juga membantu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan teknologi modern. Dengan pendekatan ini, siswa didorong untuk berpikir lebih inovatif dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini sangat relevan dalam era digital saat ini. Sebab, lanjutnya, keterampilan berpikir kritis dan solusi kreatif sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang.

Webinar ini diikuti oleh puluhan pendidik. Para peserta mendapatkan wawasan tentang bagaimana strategi deep learning dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi interaktif, studi kasus, maupun refleksi terhadap materi yang telah dipelajari.

Ustaz Subiyanto juga menekankan pentingnya peran guru dalam menerapkan deep learning di kelas. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi konsep secara mandiri. Dengan demikian, siswa dapat mengembangkan pola pikir yang lebih analitis dan inovatif.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang tertarik untuk mengimplementasikan metode ini di sekolah atau lingkungan belajar masing-masing.

Webinar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan deep learning dalam dunia pendidikan sehingga menghasilkan generasi yang lebih kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah secara mandiri. Dengan adanya pemahaman yang lebih mendalam, siswa tidak hanya menjadi lebih siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga dalam kehidupan nyata. (iin/eko)